Bupati Safrial Panen UPBS Padi Di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam

 Bupati Panen UPBS Padi Di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam

SAFRIAL : Panen Padi Inpari 30, 32 dan Inpari 33 Mendukung UPSUS PAJALA Di Jambi
BATANG ASAM – Bupati Tanjung Jabung Barat DR. Ir. H. Safrial, MS melakukan Panen Kegiatan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Padi di area sawah seluas 10 hektar di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam, Selasa (11/71/17).
Panen raya kali ini bukan hanya padi konsumtif melainkan padi benih, dengan jenis padi Inpari 30 dari Balitbang Kementrian Pertanian.
Kegiatan itu dihadiri Dandim 0419/Tanjab Letkol Arh Hary Sassono Utomo, SH, Kepala BPTP Provinsi Jambi Dr. Ir. Muhammad Takdir Mulyadi, MM, Asisten Ekbang Ir. Amdani, Kadis Tanaman Pangan dan Hultikultura Ir. H. Zainuddin, Danramil 419-02 Tungkal Ulu, Camat Batang Asam, Dian Ismail Paripurna, S.Sos, para Kades se Kecamatan Batang Asam dan dan serta seluruh Kelompok Tani Karya Mukti dan Kelompok Tani Sri Arumse Desa Sri Agung.
Dalam sambutannya Bupati Tanjabbar DR. Ir. H. Safrial, MS mengharapkan dengan adanya kemandirian produksi benih ini nantinya petani yang ada di Desa Sri Agung tersebut dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan bisa menyuplai kebutuhan benih di daerah lainnya. Serta sebagai upaya meningkatkan produksi padi guna mendukung program UPSUS PAJALA.
“Dengan konsistensi nantinya saya harapkan Sri Agung tidak hanya menjadi Desa Mandiri Benih saja melainkan juga Kabupaten Mandiri benih atau bahkan Kabupaten surplus benih. Tentunya dengan harus tetap meningkatkan kualitas dari benih itu sendiri dan mempersiapkan marketnya. Karena bahaya bila produksinya banyak akan tetapi tidak mempunyai pasar untuk pemasaran,” ujar Safrial.
Bupati juga menyampaikan kepada seluruh petani agar kiranya dapat memaksimalkan lahan pertanian dan berharap dukungan dari BPTP Jambi, para penyuluh pertanian serta instansi terkait untuk selalu mendampinginya agar produktivitas yang diharapkan semakin meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan petani lebih baik.
Kepala BPTP Jambi Dr. Ir. Muhammad Takdir Mulyadi, MM, mengatakan padi varietas inpari 30, 32 dan 33 memiliki berbagai keunggulan, di antaranya rata-rata produksi mencapai 6,8 ton sampai 7 ton per hektare dengan masa tanam yang singkat hanya 111-117 hari sampai masa panen dibanding varietas lainnya.
“Kemudian agak tahan terhadap berbagai hama wereng, kemudian agak cocok pula ditanam pada sawah tadah hujan. Varietas ini tidak cepat membusuk,” katanya.
Menurut dia, hasil panen di atas lahan percontohan BPTP Desa Sri Agung itu, kemudian untuk kebutuhan bibit atau benih padi yang akan terus dikembangkan para penangkar benih padi.
Pada Panen perdana padi unggul varietas inpari 30, 32 dan 33 tersebut dirangkai dengan kegiatan temu lapang Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) padi dengan Bupati Tanjabbar DR. Ir. H. Safrial, MS dipandu oleh Kadis Tanaman Pangan dan Hultikultura Ir. H. Zainuddin.
Editor : Tim Redaksi

2 Responses

  1. anonymous12 July 2017 at 7:06 pmReply

    Kalo dak biso di copy beritanye, untuk apo web ni ni bikin..Tutup be la..!!!

    • Author

      Bagian Komunikasi & Dokumentasi12 July 2017 at 7:40 pmReply

      Terima Kasih Atas Sarannya Untuk jurnaltanjab@gmail.com

      Sekedar informasi,,WEB Bagian Komunikasi dan Dokumentasi Setda Kab. Tanjab Barat hanya sebagai penyalur informasi bukan penyalur berita yang akan di beritakan lagi.karna itu sifatnya pesanan/order…dan untuk berita yang sifatnya pesanan bukan lewat WEB Komdok..Trims…

Leave a Reply

7 + six =